Pengamat: Belum Tentu Sonangol EP Mau Jual Minyak Langsung ke RI

 

  Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhamanto sangsi akan ada penghematan jika pemerintah Indonesia mengimpor minyak dari Angola. Sebab, kesepatan yang sudah dijalin barulah sebatas Memorandum of Understanding (MoU), dan bisa batal. 

"Kasus Sonangol EP ini baru MoU, realisasinya kan belum. Nanti tindaklanjutnya tergantung Pertamina dengan Sonangol. Belum tentu sebagus yang tampak di permukaan. Bisa saja MoU tidak jadi direalisasikan. Sudah sering kok kejadian seperti itu," kata Pri Agung ditemui di sela-sela US-Indonesia Investment Summit, Rabu (12/11/2014).

Dia mengatakan, belum tentu impor minyak bisa tanpa perantara. Sebab, hal itu tergantung hasil follow-up pertamuan antara PT Pertamina (Persero) dengan Sonangol EP. "Kalau sudah B to B (business to business) belum tentu pihak sana mau jual langsung. Jadi, belum bisa lah dikatakan langsung hemat sekian. Itu butuh follow-up sampai penghematan," ucap Pri Agung.

Menurut dia, kalaupun pada realisasinya Indonesia memilih impor dari Angola, hal tersebut tidak akan banyak berpengaruh terhadap hubungan Indonesia -US. Sebab, prinsip bebas aktif mengisyaratkan perlakuan yang sama terhadap semua negara, tanpa preferensi. 

"Pasti ada take and give (dengan Angola). Tapi di sisi lain itu bisa digunakan sebagai diplomasi untuk menaikkan nilai tawar Indonesia," pungkas Pri Agung.

Sebelumnya, Presiden Jokowi telah menunjuk Sonangol EP sebagai pemasok sebagian kebutuhan minyak Indonesia, mengurangi peran Petral. Akhir Oktober lalu, kesepakatan itu sudah diteken antara Pertamina dan Sonangol. Presiden Jokowi mengklaim, impor dari Sonangol dapat menghemat Rp 15 triliun per tahun.

  

0 Response to "Pengamat: Belum Tentu Sonangol EP Mau Jual Minyak Langsung ke RI"

Post a Comment

NO SPAM dan SARA